BPR PERDANA
Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-01-30

Ditulis oleh : Fidelia

Mengenal Tingkat Kesehatan Bank: Rasio Penting yang Menunjukkan Kekuatan BPR

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Pernah terpikir bagaimana cara menilai apakah sebuah bank benar-benar sehat? Bagi banyak orang, bank dianggap aman selama masih beroperasi. Padahal, di balik operasional harian, ada berbagai indikator yang menunjukkan seberapa kuat dan sehat kondisi sebuah bank.

Bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR), tingkat kesehatan bank menjadi hal yang sangat penting. BPR beroperasi dekat dengan masyarakat dan UMKM, sehingga kepercayaan publik sangat bergantung pada pengelolaan keuangan yang sehat dan transparan.

Memahami tingkat kesehatan bank tidak hanya penting bagi regulator, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat agar lebih sadar dalam memilih dan menggunakan layanan perbankan.

Apa Itu Tingkat Kesehatan Bank?

Secara sederhana, tingkat kesehatan bank adalah gambaran menyeluruh tentang kondisi sebuah bank apakah bank tersebut dikelola dengan baik, memiliki keuangan yang kuat, mampu mengelola risiko, dan sanggup melindungi dana nasabah. Penilaian ini tidak dilakukan berdasarkan satu indikator saja, melainkan melalui kombinasi berbagai aspek keuangan dan operasional.

Di Indonesia, penilaian tingkat kesehatan bank termasuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) digunakan sebagai alat untuk memastikan bahwa bank dapat menjalankan usahanya secara berkelanjutan. Bank yang sehat diharapkan mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi, tetap melayani nasabah dengan baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Karena itu, kesehatan bank tidak bisa dilihat hanya dari tampilan luar, ukuran bank, atau popularitasnya. Diperlukan indikator yang lebih objektif dan terukur, yang salah satunya tercermin melalui rasio-rasio keuangan. 

Indikator Kesehatan Bank 

Untuk menilai apakah sebuah bank berada dalam kondisi sehat, digunakan beberapa rasio keuangan utama. Rasio-rasio ini membantu menggambarkan kekuatan modal bank, kualitas kredit yang disalurkan, kemampuan memenuhi kewajiban kepada nasabah, serta kemampuan menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

Berikut beberapa rasio kesehatan bank yang paling umum digunakan.

1. Capital Adequacy Ratio (CAR) 

Salah satu rasio paling mendasar adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Rasio Kecukupan Modal. Rasio ini menunjukkan seberapa kuat modal bank dalam menanggung risiko.

CAR bisa dianalogikan sebagai sabuk pengaman. Semakin tinggi CAR, semakin besar bantalan modal yang dimiliki bank untuk menghadapi kemungkinan kerugian atau tekanan ekonomi. Bank yang sehat tidak menjalankan usahanya dengan modal tipis, melainkan memiliki cadangan yang cukup untuk menjaga stabilitas operasional.

2. Non Performing Loan (NPL)

Rasio berikutnya adalah Non Performing Loan (NPL) atau Kualitas Kredit, yang menggambarkan seberapa besar kredit bermasalah dibandingkan total kredit yang disalurkan.

NPL yang rendah menandakan bahwa sebagian besar nasabah mampu membayar kewajibannya tepat waktu. Ini menunjukkan bahwa bank menyalurkan kredit secara selektif dan bertanggung jawab. Sebaliknya, jika kredit macet terlalu banyak, bank bisa ikut “sesak napas” karena arus kasnya terganggu.

3. Likuiditas dan Profitabilitas

Selain modal dan kualitas kredit, kesehatan bank juga ditentukan oleh likuiditas dan profitabilitas.

Likuiditas, yang sering diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), menunjukkan kemampuan bank memenuhi penarikan dana nasabah. Bank harus cukup likuid agar selalu siap melayani kebutuhan nasabah.

Sementara itu, profitabilitas mencerminkan kemampuan bank menghasilkan keuntungan secara sehat dan berkelanjutan. Profitabilitas umumnya diukur melalui rasio Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).

ROA menunjukkan seberapa efektif bank memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba, sedangkan ROE menggambarkan kemampuan bank menghasilkan keuntungan dari modal yang ditanamkan pemilik atau pemegang saham. 

Menariknya, bank yang terlalu agresif mengejar pertumbuhan belum tentu sehat. Justru bank yang mampu menjaga keseimbangan antara risiko, likuiditas, dan keuntungan cenderung lebih aman dalam jangka panjang. 

Kesimpulan

Tingkat kesehatan bank merupakan indikator penting untuk menilai kekuatan dan keberlanjutan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Memahami rasio-rasio bank membantu kita melihat bagaimana sebuah bank dikelola. Dengan bank yang sehat, peran BPR dalam mendukung UMKM dan ekonomi lokal dapat berjalan secara berkelanjutan.